Rasanya lelaaahhhh...2 mata kuliah manajemen keuangan akhirnya selesai juga UTSnya...huuuhh!!!
Aku pun pulang, tapi bingung akan tujuan :) akhirnya ku berjalan-jalan diatas kuda besiku mencoba mencari-cari tujuan dari singgahanku, sepanjang jalan aku berfikir hingga tak jarang jalan kuda besiku itu oleng karena sang pengemudi tak konsentrasi jalan...
muter...muutteerrrr...singgah dulu di warung bakso ceker ayam di warujajar, belum pernah sebelumnya kesana, tapi hati ini pengennya kesana :D, ternyata anak yang punya tempat bakso itu adalah teman SD ku dulu, kita ngobrol2 sebentar hingga akhirnya ku bawa 1 bungkus bakso itu...aq jalan kembali menyusuri kecilnya jalan pusat kota Cianjur dan akhirnya tak tersadarkan hatiku menggiringku masuk ke tempat itu...
”Perum Rancabali” itulah nama tempatnyaa, sekitar hampir 3 tahun aku pernah tinggal di tempat itu, banyak kenangan yang ku tinggalkan disana, dan semua itu bagian dari hidupku...dengan hati yang tak jelas bagaimana aq beranikan diri untuk melihat tempatku berlindung dulu...Rumah itu masih sama, tak berubah sedikitpun, hijaunya warna kayu pintu dan jendela, dan balkon kecil dilantai 2 persis depan kamarku dulu :(...
Rumah itu sepi, senang bercampur sedih karena dalam hati kecil ini tersisip harap untuk dapat melihat putriku disana :(...tak lama aq pun memutuskan untuk pergi dan menjauh dari tempat itu...
Rasanya ingin kembali ke masa lalu, karena dengan ada didekat putriku, aq menjelma jadi diriku yg sebenarnya...aku jadi ingat kenangan ku ini, Wkt ultah Rara yg ke2 thn dulu, karena suasana rame ditengah syukuran ultahnya, dia nangis karena kegerahan diam ditengah kerumunan orang, dia nangis kenceng sampe tak tertahan n ga sengaja kuku tangannya mencakar mukaku "ibunya" ^_^, saat itu sama skali tak terbesit rasa marah dlm hatiku, karna hatiku tau kalau dia tak bermaksud melakukan itu, dgn didekatnya aku belajar sabar, didktnya aq mmg seorg ibu yg sabar, aq sabar!!!! Hingga lisan n tgnku ini tak pernah mengasarinya...
Waktu dia sakit panas dulu, semalaman aq tak tidur menemani n mengusap punggungnya, :( tapi rasanya hal itu tak sebanding dengan seringnya aq meninggalkannya karena tanggung jawab pekerjaanku dikantor, aku menyesal kenapa aq dulu tak pernah "memprioritaskan" dia, kenapa dulu aq tak prnh meluangkan banyak waktu untuknya demi kesibukanku yang lain :(, aq menyesal kenapa aq dulu begitu egois dan lebih mementingkan kewajibanku yg lain, hingga ku terlupa akan amanah dari Allah itu :(...aq punya keluarga kecil, mereka adalah sebagian dari jiwaku, Allah menitipkan semua itu kepadaku tapi aq tak pernah bisa sadar untuk bisa lebih menghargai keberadaannya...
Sekarang, biarpun aq menyadari semua kekhilafan aq itu, Allah telah terlebih dahulu mengambil smua titipannya, amanah itu tak dpt ku jaga dgn baik, dan Allah pun berkuasa untuk mengambilnya kembali :( itu mmg balasan dari Allah atas sikap egois ku dulu...
Kini, aq berharap bagi semua yang membaca tulisanku ini...semoga ada hikmah n pesan yg bisa kalian ambil, jangan pernah sekali2 kalian "sia-siakan" amanah dari Allah SWT, mereka adalah dirimu, bagian dari hidupmu...
Haura, dalam tubuhmu mengalir darahku, di setiap tetes darahmu terkandung doaku, n darah itu jg yg nanti akan menghantarkanmu kembali kepadaku Haura...
Your mom...